Ada semburat rindu, yang ingin kuterbangkan.
Menitipkan sedikit hembusan pelan pada angin yang berhembus lembut,
pada ranting-ranting yang bergemerisik lirih,
pada daun-daun kering yang jatuh tanpa suara.
Ada semburat rindu, yang ingin kukisahkan.
Ialah bayangan senyummu yang menerpa mata dalam mimpi.
Menitipkan salam pada matahari yang hampir beranjak tinggi,
pada awan-awan yang menghalangi panas menembus halus dahiku,
pada burung-burung yang bercicit sembari terbang dari hilir ke hulu.
Ialah bayangan senyummu yang tak bisa lepas dalam hati.
Ada semburat sendu, yang ingin kubungkam dalam-dalam.
Menitipkan pesan pada batu yang tenggelam,
pada gema yang tersisa kala hujan,
pada dengung lembah yang menjauh perlahan.
Ada semburat sendu, yang ingin kusisihkan.
Ialah pada malam kalbu nan pilu.
Menitipkan pesan pada bintang kelabu,
pada bulan yang bersembunyi malu,
pada kabut yang menghilangkan biru.
Ialah pada malam yang kuinginkan haru.
Melalui pena, kita akan berbicara banyak hal. Our lifes, experiences, every struggle that we face in every day life. Tulisan-tulisan di dalam Pena Azri didedikasikan untuk teman-teman yang sedang berjuang dalam mental health, upaya mencintai diri, serta perempuan-perempuan yang sedang dan terus berjuang untuk selalu menjadi dirinya sendiri.
Sabtu, 20 Agustus 2022
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Malam
Ada semburat rindu, yang ingin kuterbangkan. Menitipkan sedikit hembusan pelan pada angin yang berhembus lembut, pada ranting-ranting yang...
-
Hello, Guys . Maaf baru muncul hari ini nih wkwkwk biasanya kan Sabtu atau Minggu yaaa. Jadi, kemarin-kemarin sempet drop gitu karena capek ...
-
Di sini, kutulis sebuah puisi. Untuk siapa pun yang takut sendiri, bahagia sendiri, tersakiti sendiri. Untuk siapa pun, yang merasa luka lal...
-
Pernahkah kamu bertanya (pada dirimu sendiri), mengapa kamu terlahir ke dunia ini, sebagai dirimu dengan namamu? Biarkan aku menebak... Past...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar