Di sini, kutulis sebuah puisi.
Untuk siapa pun yang takut sendiri,
bahagia sendiri, tersakiti sendiri.
Untuk siapa pun, yang merasa luka lalu.
Aku takut bahagia.
Sebab bahagia adalah suramku,
menukik tajam di atas jari-jemariku,
menyayat satu per satu harapanku
Aku takut bila bahagia,
menyeretku pada kemalangan lama,
kesedihan yang tidak ada akhirnya.
Pada harapan yang tak berujung memesona
Tapi. Coba kau pikir, Diri.
Kau renungkan lagi. Hari-hari berat
yang telah kau lalui, sendiri, lagi.
Pernahkah kau berhenti, menyumpahi isi hati?
Harapanmu masih ada.
Dan bahagia bukan penjerat nelangsa.
Hanya kau yang tak sadarinya,
ia lekatkan kau pada asa
Bila akhirnya bahagia,
Tugasmu hanya tersenyum haru.
Teringat dan merakit perjuangan masa lalu,
hingga tiba di penjuru tanpa rasa sendu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar